Sebuah puisi tentang hujan.
Puisi ini berawal dari sebuah tugas dari guru bahasa indonesia yang sangat fenomenal di SMAN 4 JEMBER yaitu pak Chaca.Terimakasih tugasnya, ini sangat mengispirasi saya untuk mulai menulis di blog.
Hujan sang penjaga kisah
oleh : Anas Bastiyar
Hujan ....Suaramu begitu merdu
terasa lembut di telinga
tetapi mampu menggetarkan jiwa
dikau mampu menyapu luka didalam dada.
Sentuhanmu, merasuk kedalam raga
seakan-akan mengalir bersama aliran darah
dari jantung menuju otak
menggetarkan memori ingatan dan perasaan
memanggil setiap kisah dan kasih yang telah lama mati
untuk kembali hidup bersama lagi.
Kisah dan kasih yang telah lama mati
kini pun bangkit kembali
berkumpul dan bercampur
semua kisah dan kasih yang telah lama tercipta
entah itu manis ataupun pahit
tapi yang pasti
semua itu sangat berarti
Engkau mudah datang
dan juga mudah pergi
merekam setiap peristiwa yang penuh arti
membunuh dendam yang bersemayam
didalam jiwa dan hati
Setiap butir tetesanmu
mampu mengahanyutkan kegelisahan
bagai ombak dilautan
yang mampu mengahapus setiap tulisan
dan jejak yang pernah manusia buat
Kehadiranmu selalu dinanti
pelangimu selalu menjadi obat penawar
bagi jiwa yang hampir mati
dikaulah sang pujaan hati
Kumohon kau jangan pernah pergi
tinggalkan aku sendiri
dikehidupan yang fana ini
please hujan .....
please....
Ketika harapan selalu tercipta
kecemasan tak kan pernah usai
ketika kegagalan datang lagi
kekecewaan tak kan penah berhenti
kehidupan ini penuh dengan misteri
kumohon kau selalu menemani
setiap perjalanan hidup
hingga akhir hayat ini.
No comments:
Post a Comment